Nirmana







  

Nirmana Trimatra

Studi tentang pengolahan rupa bentuk,
atau dalam pengertian yang lebih lengkap memberikan pengetahuan dasar mengenai prinsip-prinsip pengolahan rupa tanpa adanya pretensi terhadap fungsi apapun, estetika dan keindahan.


Tujuan dari mata kuliah ini adalah memberikan kemampuan yang dibutuhkan siswa Desain menghadapi masalah visualisasi ide dalam bentuk TIGA DIMENSIONAL,
yang dibutuhkan sebagai seorang desainer, yaitu

- Kepekaan terhadap kualitas bentuk dan ungkapannya.
- Kesadaran terhadap aspek-aspek yang berkenaan dengan perwujudan sebuah bentuk.
- Kreatifitas dalam mengatasi permasalahan bentuk.

Salah satu kata kunci pada definisi Nirmana Trimatra adalah sifatnya sebagai dasar pengolahan, yaitu tanpa didahului oleh pretensi terhadap fungsi apapun. Dengan demikian, siswa belajar langsung dari apa yang dilakukan terhadap obyek olahan.

PENGERTIAN & TUJUAN PERKULIAHAN NIRMANA

Terminologi Form dan Shape dalam kehidupan sehari hari tidak selalu dipisahkan dengan jelas, sering dipertukarkan.
form in today terminology is reserved for the mode in which a thing exists or manifests itself (Oxford Dictionary). Form is unity of all elements in different realms of expression, in painting, sculpture, architecture, drama, poetry, motion picture as well as in technological sphere. It has Form signifies coherence and structure of genuine instrinsic arrangement which is defined by specific way in which the elements were employed.

Shape generally defines either an elemental figure or a configuration as visually perceived without analysing its component parts in a set order. Shapes can be classified as either geometrical or free. The fewer connotations and symbolic values they have, the more elemental they are and the more elementary they can be in their direct sensory impact. (Nagy, 1956. Hal 50)

Dilain pihak, Theodor Lipps mengatakan bahwa
shape dari objek adalah massa-nya sedangkan form merupakan apa yang tertinggal setelah mengalihkan massanya : suatu struktur spatial yang abstrak, definisi yang berbeda dengan apa yang disebut diatas.(Ven, 1991. Hal 95)
Sementara itu, Paul Zelanski, secara tidak langsung membedakan form dan shape dari dimensinya ; shape adalah gestur yang bersifat papar, sedangkan form lebih kepada tiga dimensi.
a shape is a figure that appears to be flat, whereas a form is a figure that appears to be three dimensional (Zelanski, 1984. Hal 68)

pengertian yang sederhana dituliskan oleh Eskild Tjalve,
form : i.e a shape, a certain arrangement of parts and an overall structure.(Tjalve, 1974. Hal 3)

FORM & SHAPE

Charles Wallschlaeger, dalam bukunya Basic Visual Concept memberikan definisi;
Shape , the spesific surface configuration of a plane, figure, or object.(Wallschlaeger, 1992. Hal 82)
Form, a total three dimensional whole such as an object, geometri solid, product, sculpture, or architectural sculpture.( Wallschlaeger, Hal 139)

Dalam hal ini Charles Wallschlaeger menghubungkan pengertian shape dengan rupa secara umum dan keseluruhan, sedangkan form dihubungkan dengan keutuhan penampilan. Selanjutnya, dalam pandangan definisi struktural, form adalah penggabungan dari unsur shape, volume dan massa.
Dalam uraiannya,Charles Wallschlaeger membagi tiga cara untuk mencapai volume yaitu, model linier, model planar, dan model padat (gempal).
Dengan demikian terdapat beberapa definisi mengenai istilah form dan shape. Dalam tulisan ini definisi Wallschelaeger dikuti, pengertian form (bentuk) lebih ditekankan pada bentuk sebagai sesuatu yang dapat dicerap oleh indra manusia, memiliki struktur yang jelas, dalam hal ini bentuk yang bersifat 3 dimensional.